Betapa Aku Menyayangimu…..

Pada suatu hari, sepulang perjalanan melelahkan dari Bandung, entah kenapa aku ingin mampir ke rumah ibuku….entah kenapa aku sangat merindukan masakan ibuku. Sesampainya di rumah ibu, beliau kaget karena aku datang sendiri tidak bersama dengan suami dan cucu-cucunya yang lucu-lucu. Aku bilang ga ada apa-apa, aku hanya kangen ibu dan ingin makan masakan ibu dan aku juga menenangkan bahwa suami serta anak-anakku juga akan menyusul kesini. Ibu tersenyum dan matanya berkaca-kaca…aku berpikir itu mungkin karena ibu juga kangen aku. Lalu ibu masak makanan favoritku dan aku makan dengan lahapnya, setelah itu aku dan ibu nonton tv berdua…aahhh…sudah lama sekali kami tidak melakukan kegiatan bersama-sama, aku jadi ingat ketika aku masih tinggal disini, suka curhat dan bercerita apa saja dengan ibuku, jalan-jalan bareng atau bersih-bersih kebetulan kami berdua suka sekali bersih-bersih baik rumah maupun diri sendiri (maksudnya perawatan sendiri gitu lho…).

Tanpa terasa malam semakin larut dan aku memperhatikan ibu yang sudah tertidur…Ah Ibu….Tak pernah lagi aku memperhatikan rambutmu. Ubanmu yang dulu biasa aku cabuti setiap minggu kini terlihat bertambah panjang. Kadang aku kangen dengan keadaan seperti itu. Gurat wajah yang kelelahan setelah bekerja, masak di rumah, dan semuanya. Ibu seperti big hero yang siap dengan semua masalah. Kulihat lagi wajah Ibuku. Dengan tertahan aku menangis…. Ibu tetap tidur didepan TV sambil sesekali aku melihat di sekeliling tubuhnya adakah nyamuk yang mencoba mendekatinya. Dulu aku yang selalu dijaganya dari gigitan nyamuk….Dulu setiap habis sholat tahajud ibu selalu mengusap dan membelai keningku sambil ibu mendoakanku….beliau selalu mendoakanku bahkan ketika aku sudah seperti ini beliau juga selalu mendoakanku, aku tahu itu…Aku jadi terharu dengan kasih sayangnya dan juga sedih deh….

Aku ingat dulu aku masih banyak bercerita dengan Ibu. Ibu adalah wadah/tempat aku bercerita semuanya, bahkan masalah pribadiku. Aku merasa kehilangan jika Ibu pergi walaupun hanya satu hari. Saat aku bercerita tentang semuanya, keluh kesahku juga kegembiraanku kadang juga kami tertawa bersama. Ibu adalah tempat curhat yang paling OK, sudah lama sekali aku tidak curhat dengan ibu dan aku sangat kehilangan dan merindukan saat-saat seperti dulu. Tak terasa usia Ibu sudah lanjut. Wajahnya mulai terlihat keriput, Ibu….Betapa aku merindukan saat-saat seperti dulu.

Ibu..…

Banyak puisi yang bercerita tentangmu

Tentang jasamu

Tentang tangis dan deritamu

Kini, izinkan aku menyampaikan satu kalimat sederhana, ” Aku sayang padamu.”

Bagi siapapun yang masih memiliki ibu, please….lakukanlah seperti ini….

Cintailah dia karena dari dirinyalah awal kita mengenal cinta

Sayangilah dia karena limpahan sayangnya belum bisa kita balas sampai mati

Ingatlah saat-saat bahagia dengannya sehingga hati kita tenang dan terus merindukannya

Berceritalah kepadanya apa saja karena suatu saat nanti kita tidak akan menemukan sosok seperti dia, yang sanggup mendengarkan kita dengan tulus dan hati yang bersih

Tidurlah di dekatnya karena suatu hari nanti kita tidak bisa lagi bersama jiika telah berumah tangga

Perhatikan wajah mereka dengan seksama karena suatu saat kita tidak bisa lagi melihatnya tersenyum atau cemberut

Doakan dia karena doa yang kita berikan tak sebanding dengan doa-doa yang beliau haturkan kepada Allah untuk kita di setiap sholat beliau.

Rasakan amarah dan ocehan yang diberikan kepada kita sebagai suatu pelajaran yang berharga karena suatu saat nanti kita tidak akan pernah mendengar suara beliau.

” Cintalah Ibumu, sayangi Ia karena beliau memang pantas untuk dicinta dan disayang! “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: