EPISTEMOLOGY

BAGIAN I

PENDAHULUAN

Adanya pengetahuan dan ilmu pengetahuan tidak terlepas dari manusia. Manusia adalah yang memiliki pengetahuan dan berilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan merupakan sistem yang dikembangkan manusia untuk mengetahui keadaannya dan lingkungannya, serta menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, atau menyesuaikan lingkungan dengan dirinya dalam rangka strategi hidupnya. Ilmu itu diolah ke dalam atau mejadi teknologi untuk diterapkan. Dengan demikian, tujuan teknologi menjadi jelas dan pengembangannya terarah dan bersasaran, yaitu untuk kesejahteraan, kemudahan, dan keuntungan bagi manusia (Jacob, 1998:1). Di masa prailmiah, pengetahuan diperoleh secara empiris turun-temurun, kemudian diteruskan dengan eksperimen dan logika. Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah maju dengan sangat pesat. Teknologi modern dalam era globalisasi ini telah mencapai kemajuan yang luar biasa. Tetapi, mustahil akan ada titik terakhir, karena ilmu-ilmu baru dan berbagai konsekuensinya akan terus bermunculan.

Ilmu sendiri memiliki segi positif dan negatif. Segi positifnya, ilmu pengetahuan dapat meringankan kehidupan manusia. Tenaga alam membebaskan manusia dari perbudakan, mesin membebaskan manusia dari pekerjaan yang monoton, mesin cerdas membebaskan manusia dari berpikir, dan pengobatan membebaskan manusia dari rasa sakit. Sedangkan sisi negatifnya, ilmu pengetahuan dapat menghasilkan alat perang, apalagi jika disalahgunakan seperti ketika bom atom diledakkan. Untuk itulah seorang ilmuwan harus harus bermoral, bertanggung jawab, dan diikat oleh kode etik. Cabang ilmu filsafat yang menggeluti masalah-masalah yang bersifat menyeluruh dan mendasar mengenai pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah Epistemologi.

Epistemologi selalu menjadi bahan yang menarik untuk dikaji, karena disinilah dasar-dasar pengetahuan maupun teori ilmu pengetahuan yang diperoleh manusia menjadi bahan pijakan. Konsep-konsep ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dewasa ini beserta aspek-aspek praktis yang ditimbulkannya dapat dilacak akarnya pada struktur pengetahuan yang membentuknya. Dari epistemologi, juga filsafat dalam hal ini filsafat modern terpecah berbagai aliran yang cukup banyak, seperti rasionalisme, pragmatisme, positivisme, maupun eksistensialisme. Dari Laporan buku ini saya akan memaparkan deskripsi isi bab tentang epistemology dan landasan-landasannya.

BAGIAN II

DESKRIPSI ISI BAB

Epistemologi

Apa Epistemologi ?

Epistemologi adalah suatu bidang ilmu tentang bagaimana memperoleh pengetahuan. Ilmu ini menjawab pertanyaan : “Bagimana kita tahu?”. Epistemologi bisa mencakup konsep alam, pembentukan konsep, kebenaran rasa, pemikiran logis dan juga pikiran, ide, memori, emosi dan hal-hal bersifat mental. Ilmu ini berhubungan dengan bagaimana pikiran berhubungan dengan kenyataan dan apakah hubungan ini masih berlaku atau tidak.

Mengapa epistemologi penting?

Epistemologi adalah penjelasan bagaimana kita seharusnya berpikir. Ilmu ini dibutuhkan agar mampu menentukan kebenaran dari kesalahan, dengan menggunakan metode evaluasi yang tepat. Ilmu ini diperlukan untuk memperoleh pengetahuan dari dunia sekeliling kita. Tanpa epistemologi kita tidak bisa berpikir. Lebih spesifik lagi kita tidak punya alasan untuk mempercayai pemikiran kita apakah itu produktif atau benar. Dengan suatu espitomologi yang salah, kita tidak akan mampu membedakan kebenaran dari suatu kesalahan. Konsekuensinya sudah jelas. Tingkat epistemologi yang benar adalah tingkat dimana kita bisa mengerti kenyataan, dan tingkat dimana kita bisa menggunakan pengetahuan kita untuk mengembangkan hidup dan tujuan kita. Ketidaksempurnaaan dalam epistemologi akan mempersulit dalam menyelesaikan setiap permasalahan apapun.

Apa elemen dasar dari epistemologi yang benar?

Panca indera kita nyata, dan hanya ada suatu cara untuk mendapatkan informasi tentang dunia. Alasan adalah metode kita untuk mendapatkan pengetahuan dan memperoleh pemahaman. Logika adalah metode dalam menjaga konsistensi di dalam pengetahuan kita. Objektifitas adalah alat untuk menghubungkan pengetahuan dengan kenyataan dengan menentukan validitasnya. Konsep adalah bentuk abstrak mengenai detil-detil realita yg spesifik. Epistemologi yang benar adalah epistemologi yang rasional.

Filosofi

Philosofi adalah suatu sistem keyakinan tentang kenyataan. Ini merupakan suatu sudut pandang dunia yang terintergrasi. Filosofi meliputi suatu pengertian tentang keberadaan secara alami, manusia, dan peranannya di dunia. Filosofi merupakan dasar pengetahuan. Ini merupakan standar dimana ide ide terintegrasi dan dipahami.

Filosofi adalah produk penting dari suatu pemikiran manusia yang rasional. Untuk hidup manusia harus mendapatkan pengetahuan tentang dunia. Untuk mengerti dunia manusia harrus membuat kesimpulan tentang keberadaannya. Contohnya, untuk mendapatkan pengetahuan tentang objek objek tertentu manusia harus mengenal bahwa objek punya identitas. Dia harus mengenal bahwa kesimpulan kesimpulan ada sebab dunia benar benar ada, dan ada dengan cara-cara tertentu.

Fisosofi menetapkan perangkat kerja yang bisa dimengerti yang mana manusia bisa memahami dunia. Ilmu ini juga memberi alasan dimana manusia bisa menemukan kebenaran dan menggunakan pikirannya untuk mendukung hidupnya. Setiap manusia memilki suatu pengerttian tentang dunia. Setiap manusia harus memiliki filosofit. Walaupun tidak pernah dibuat secara eksplisit.

Objektifitas

Objektifitas adalah pengakuan kenyataan sebagai standar evaluasi. Ini adalah pengakuan bahwa semua pengetahuan adalah pengetahuan tentang kenyataan. Ini satu-satunya alat untuk menentukan kebenaran. Konsep benar dan salah hanya berarti untuk hal-hal yang berhubungan dengan kenyataan.

Objektifitas adalah kenyataan dalam menentukan kebenaran. Ini adalah tindakan menemukan pengetahuan seseorang pada kenyataan, dan membuat pikiran seseorang dan ide ide untuk disesuaikan. Untuk menjadi objektif, kenyataan harus merupakan standar ekplisit untuk bisa dibandingkan. Objektifitas adalah membandingkan pikiran seseorang pada kenyataan, dan ini bisa diselesaikan jika tujuan perbandingan teridentifikasi. Tujuannya tentu untuk menetapkan standar validitas.

Ada suatu kesalahan umum untuk mempercayai bahwa manusia tidak bisa objektif jika seseorang memiliki stake pribadi. Implikasinya adalah bahwa emosi atau motivasi mencegah seseorang menjadi akurat. Karena objektifitas adalah tindakan untuk menyesuaikan pikiran seseorang pada kenyataan, ini harus jelas bahwa ini merupakan pengaruh-pengaruh yang pasti ada.

Logika

Logika adalah suatu seni menyesuaikan pikiran seseorang pada hukum identitas. Pikiran harus disesuaikan dengan hukum identitas. Ini berhubungan dengan pikiran pikiran alami. Ide-ide memiliki pebedaan yang natural dibandingkan memori yang juga berbeda dengan emosi. Semua pola pikir menyesuaikan dengan hukum identitas.

Walaupun di lain aspek, logis membutuhkan tindakan yang terfokus yang disesuaikan dengan hukum identitas. Ide memiliki isi. Isi dikembangkan oleh para pemikir dari data persepsual. Walaupun demikian ini bisa dikembangkan secara salah. Logika membutuhkan isi untuk menjadi jelas dan bisa diidentifikasi. Logika menetapkan tidak ada kontradiksi di dalam ide.

Logika digunakan untuk menggabungkan ide-ide juga. Ini merupakan proses menyesuaikan pada hukum identitas. Yang dimaksud disini adalah mengkombinasikan informasi dengan jelas dan tidak ada pertentangan. Ini harus dikombinasikan ke dalam suatu paket yang bisa diidentifikasikan dan spesifik dan tidak ada pertentangan.

Logika adalah seni identifikasi yang tidak bertentangan. Ini adalah alat mental yang menetapkan standar bagi pemikiran yang tepat. Ini merupakan dasar pengetahuan . Ini merupakan alat pengertian dan kejelasan. Tanpa logika kita tidak bisa membedakan yang benar dan salah. Kita tidak bisa membuang ide ide buruk sebab kita tidak bisa menilainya sebagai suatu yang buruk. Tanpa logika pikiran kita akan dikacaukan dengan begitu banyak kesalahan kesalahan dimana jika ada kebenaran, kebenaran itu akan lenyap dalam bak sampah kontradiksi.

Alasan

Alasan adalah perangkat untuk memahami sesuatu. Ini merupakan metode dalam mengidentifikasi kenyataan melalui panca indera. Alat ini digunakan untuk mengintegrasikan persepsi ke dalam konsep, mendapatkan pengetahuan melalui integrasi ini, mengintegrasikan pengetahuan itu ke dalam sisa pengetahuan dan mengevaluasi serta dan memanipulasi ide dalam kenyataan.

Alasan adalah proses untuk berpikir. Dasarnya adalah kejelasan. Penggunaan dugaan-dugaan yang tidak jelas, perasaan yang tidak jelas atau insting sama sekali bukan merupakan alasan. Alasan memerlukan ? building block ? yang jelas dan dikenal. Alasan membutuhkan ide, memory, emosi dan input panca-indera. Ide harus jelas dan dikenal. Memori harus dapat dikenal dan hidup, Emosi harus dianggap sebagai emosi saja tanpa arti lain. Input panca-indera harus dikenal agar bisa digunakan.

Alasan tersusun dengan rapih. Alasan bersifat sistematis dan mempunyai tujuan. Alasan terfokus pada pokok pokok dan bentuk hubungan yang terkait. Karena kejelasan adalah tujuan dari alasan maka harus menggunakan metode yang jelas dan alat alat yang sesuai. Alasan harus menggunakan logika, kesimpulan dan induksi.

Alasan adalah metode berpikir dalam suatu cara yang jelas dan tersusun untuk meraih pengetahuan dan pengertian. Karena merupakan suatu alat kepentingannya berada di dalam metode .

Pengetahuan adalah pengetahuan tentang kenyataan. Dasarnya adalah persepsi, dan metodenya adalah alasan. Kita mendapatkan pengetahuan melalui observasi kenyataan. Kita menggunakan pikiran kita untuk mengenal apa yang telah kita observasi dengan mengumpulkan informasi sampai kita mengerti apa yang kita lihat. Alasan adalah alat yang memungkinkan kita untuk menentukan bagaimana mengumpulkan informasi lebih, dan jenis informasi yang kita butuhkan. Alasan digunakan untuk membandingkan dan mengkombinasikan informasi baru itu ke dalam seluruh bagian pengetahuan untuk memperoleh pengertian yang lebih lengkap .

Pengetahuan membutuhkan kejelasan dan identifikasi batasan. Hanya alasan dapat mengumpulkan data panca indera ke dalam suatu yang bermakna, jelas dan dikenal. Untuk membicarakan pengetahuan yang tidak dimengerti adalah suatu kontradiksi. Emosi, ingatan atau dugaaan yang tidak jelas bukan pengetahuan. Pengetahuan adalah jelas dan hanya terbentuk dengan menggunakan alasan. Tidak ada jalan lain. Alasan bersifat mutlak.

Pengetahuan

Pengetahuan sebagai pegangan mental dari fakta-fakta yang nyata. Pengetahuan adalah kesadaran pengenalan dari aspek kenyataan tertentu. Ini bukan saja dari kesadaran kenyataan tapi merupakan pengertian. Ini adalah kesimpulan yang terbentuk secara benar tentang aspek kenyataan. Suatu contoh pengetahuan adalah pengenalan hukum gravitasi. Ini adalah salah satu ciri bahwa kenyataan dikenal dan dipahami.

Pengetahuan diperoleh melalui evaluasi yang berhasil dari persepsi seseorang. Hal ini melalui penggunaan alasan bahwa manusia membuat kesimpulan tentang dunia. Melalui objektifitas manusia mengenal keabsahan kesimpulan tersebut. Pengetahuan adalah informasi yang jelas yang diperoleh melalui proses alasan yang diaplikasikan dalam kenyataan.

Standar evaluasi

Konsep benar dan salah tergantung kepada ide yang penting dari standar evaluasi. Kapanpun perbandingan dibuat, sebuah pendapat dinyatakan kebenaran dibuat harus ada standar evaluasi. Standar evaluasi adalah kriteria dimana sesuatu dibandingkan. Jika seseorang mengatakan: dia adalah seorang penjudi yang lebih baik dari pada saya, kriterianya adalah seberapa pandai orang berjudi, atau secara lebih spesifik berapa banyak uang yang diperoleh setiap orang saat berjudi. Jika seseorang mengatakan: dia lebih pendek daripada saya, tinggi adalah standar pembanding.

Tidak mungkin membuat perbandingan tanpa beberapa kriteria. Bahkan ada kombinasi kriteria. Contohnya: orang mungkin mengatakan michell Jordan adalah pemain basket terbaik. Standarnya bisa meliputi kombinasi statistik, termasuk score point, kejuaraan yang dimenangkan dan dukungan yang diberikan. Adalah tidak penting kriteria yang mana dan bagaimana dikombinasikan, satu satunya kenyataan adalah pasti ada beberapa standar evaluasi yang bisa dibuat.

Ketika mengkomunikasikan pada yang lain atau berusaha berpikir jenis adalah penting untuk membuat standar eksplisit karena ada beberapa kriteria atau kombinasi kriteria, dan ada juga kebingungan tentang apa yang sebenarnya dibandingkan. Jika daya bicara padamu bahwa mobil-mobil baik masih tersedia kamu tidak akan tahu jika saya bermaksud nilai terbaik perdolar, nilai total terbaik, penggunaan gas per mil, dll. Hanya menggunakan standar eksplisit bisa menetapkan benar atau salah. Ini juga benar untuk pemikiran. Setiap pemikiran membutuhkan standar eksplisit untuk menetapkan kebenarannya.

Persepsi

Persepsi adalah kesatuan rangsangan/dorongan panca indera secara otomatis. Ini bukan suatu bentuk pola pikir dimana ide seseorang tidak mempengaruhi proses. Persepsi adalah keinginan yang bebas dan otomatis.

Persepsi adalah dorongan yang terintegrasi. Ini mengkombinasikan efek efek panca indera ke dalam seluruh suatu kesatuan. Hasilnya adalah kesadaran kesatuan. Kita tidak melihat sejumlah warna dan kecerahan yang berbeda. Dari pada kita melihat sebuah monitor komputer, sebuah buku, atau secangkir anggur. Ini berbeda ketika kita tahu apa yang kita lihat. Bahwa pengetahuan tidak otomatis. Sebagai contoh adalah ahli laboran. Jika kamu masuk ke dalam laboratorium kamu akan melihat objek-objek warna dan ukuran yang berbeda,dll. Kamu mungkin tidak tahu apa benda-benda itu, apa gunanya, tapi hanya memandangnya benda tersebut suatu benda.

Persepsi adalah dasar semua pengetahuan. Kita memperoleh informasi awal tentang dunia melalui persepsi. Kita bisa mendapatkan informasi itu, menggabungkan dan mencoba untuk memahaminya. Walaupun semua pengetahuan berasal dari dasar yang sama. Apa yang kita lihat adalah jalur kita untuk melihat dunia luar.

Tidak akan pernah ada pertanyaan bahwa apa yang kita lihat adalah tepat. Pertanyaannya adalah apakah kita dengan tepat menginterpretasikan apa yang kita lihat. Cara untuk melakukan ini adalah dengan memakai alasan.

Konsep

Dunia penuh dengan banyak pilihan. Tanpa pengetahuan untuk mengeneralisasikan energi mendekati dunia seolah-olah setiap kesempatan untuk dan berbeda, anda akan menghabiskan waktumu menggengam pokok konsep terus menerus. Hidup akan menjadi tidak mungkin.

Konsep adalah mental yang tidak nyata yang memungkinkan generalisasi dan pengetahuan yang luas. Dari objek yang kenal sampai objek yang tidak dikenal. Ini menggabungkan dua atau lebih bagian-bagian ke dalam suatu kesatuan mental yang umum. Contohnya konsep” buku “ menggolongkan semua buku-buku tertentu. Ini berdasarkan pada ciri-ciri sifat yang penting dari lembaran kertas atau halaman direkomendasikan ke dalam tumpukan.

Konsep terbentuk dengan mengambil sejumlah kesempatan yang sama dan memutuskan apa yang membuatnya sama dalam memakai suatu cara yang penting. Perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaaan yang tidak esensial adalah tidak penting dan jauh terpisah dari kesatuan mental baru yang tercipta. Setiap konsep memuat suatu tujuan tertentu dan dibuat untuk membentuk tingkat pemikiran yang lebih tinggi . Manusia tidak harus membuang waktu membentuk konsep yang berubah-rubah.

Sementara konsep menggabungkan fakta-fakta, konsep bisa juga berperan sebagai fakta-fakta. Dengan cara ini dimungkinkan untuk membentuk tingkat abstraksi yang lebih tinggi, mengkombinasikan konsep ke dalam konsep yang lebih sulit, dan memajukan pengertian dan pengetahuan seseorang dengan meningkatkan jumlah yang bisa digabungkan. Tingkat konsep yang lebih tinggi bisa juga membentuk kombinasi yang lebih sulit dan tidak mungkin dengan menyatukan tingkat fakta-fakta yang lebih rendah. Konsep istri adalah tidak mungkin tanpa konsep perkawinan, konsep hubungan dan lain-lain.

Walaupun sebuah konsep terbentuk dari kesatuan tententu, tapi tidak terikat pada kesatuan khusus tersebut. Jika kesatuan tersebut berubah atau rusak, konsep akan tetap utuh, dan tidak akan lagi mencakup fakta-fakat tersebut. Konsep mengkombinasikan setiap kesatuan dengan ciri-ciri tertentu tersebut. Konsep mencakup setiap kesatuan dengan ciri-ciri tertentu, masa lampau, saat ini atau masa depan.

Ada dua alat penting untuk melengkapi formasi konsep. Pertama adalah definisi. Definisi adalah methode dalam menentukan karakteristik konsep esensial, atau apa dasar penggabungan. Definisi juga menentukan methode pembedaan yang membedakan dari segalanya yang tidak tercakup dalam konsep.

Alat yang kedua adalah kata. Kata adalah pemicu kognitif bagi konsep. Kata adalah methode disimpan dan digunakan kemudian. Tanpa pemicu tindakan penggabungan setiap konsep harus dilakukan setiap saat digunakan. Akan menjadi lebih sulit membentuk tingkat konsep yang lebih tinggi, dan tingkat penggabungan dari pengetahuan seseorang akan menjadi sangat terbatas dalam ruang lingkupnya.

Definisi

Definisi menguraikan dasar penggabungan dari suatu konsep khusus. Menguraikan konsep dasar esensial dan juga membedakan semua fakta lain . Konsep memiliki golongan dan perbedaan. Peranan definisi adalah menguraikan keduanya. Golongan adalah katagori fakta fakta yang dari konsep itu digambarkan. Meja meja kopi contohnya memiliki golongan meja. Kopi meja adalah bagian dari meja. Mereka membentuk ciri-ciri meja yang sama, walaupun mereka memiliki syarat syarat khusus juga. Golongan bertindak untuk menghilangkan semua fakta-fakta yang tidak cocok dengan definisinya. Golongan juga bertindak untuk menguraikan fakta–fakta yang ada yang memilki persaamaan. Dasarnya untuk penggabungan sendiri. Meja adalah sejenis furniture yang memilki empat kaki dan objek–objeknya ditempatkan di meja untuk sementara.

Perbedaan bertindak untuk membedakan fakta fakta yang tercakup dengan konsep baru dari fakta fakta yang ada yang termasdukdalam golongan. Meja meja kopi adalah bagian dari meja. Merk berbeda dari meja lain baik penggunaan dan ukuran. Merka lebih kecil dan digunakan untuk menempatkan kopi, majalah dan lain lain. Perbedaan membuatnya berbeda dari semua golongan. Sebuah definesi eksplisit menggambarkan pengertian konsep yang lebih jelas. Ini memungkinkan suatu manipulasi yang lebih kompleks dan penggunaan konsep. Ini memungkinkan ada komunikasi dari konsep tersebut.

Kata- kata

Kata kata adalah simbol dari konsep. Kata- kata bertindak sebagai alat untuk membuat konsep konkrit mental. Kata–kata juga memungkinkan penyimpanan dari penggabungan konsep yang bisa dipanggil kembali. Kata kata berhubungan dengan sebuah konsep. Kata–kata adalah kesatuan mental yang memicu isi konsep. Dengan membuat konsep ke dalm bentuk konkrit yang derngan mudah bias dijaga dan digunakan, kita mampu menggunakan konsep sebagai fakta- fakta untuk integrasi( penggabungan) yang lebih jauh.

Kata-kata sendiri tidak berarti dan kebanyakan berubah–ubah. Kata kata adalah simbol simbol konsep yang bersifat auditorial dan visual yang mengandung makna. Sebuah definisi diaplikasikan pada sebuah konsep bukan pada sebuah kata. Sebuah kata adalah sebuah nama yang diberikan pada suatu konsep. Kata-kata sendiri bukan konsep. Sebuah kata yang berarti bila memiliki konsep dan memilki derfinisi. Tanpa semua ini kata hanya sebuah suara. Fungsi utama kata adalah dalam membentuk konsep. Kata bisa digunakan untuk komunikasi. Tujuan yang kedua adalah bahwa komunikasi membutuhkan kejelasan dan pengertian. Sebelum komunikasi terjadi konsep harus dibentuk. Konsep tidak hanya dibutuhkan untuk komunikasi. Konsep digunakan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya. Ini adalah tujuan utama kata kata.

Emosi

Cinta kebencian ketakutan kecumburuan. Kita semua merasakan emosi, kita semua telah mengalaminya. Kita tahu apa itu emosi dan bagaimana emosi mempengaruhi kita. Pertanyaan utama dalam filosofi adalah apa yang menyebakan emosi, dan bagimana emosi digunakan. Yang pertama menjawab yang kedua.

Emosi disebabkan oleh pikiran seseorang. Emosi dipicu oleh pikiran seseorang dan dipogram oleh pikiran seseorang. Pemicunya bisa langsung ditunjukkan. Mendengar kata–kata : perkosaan, pembunuhan, kematian, atau pembunuhan masal dan lain-lain. Seseorang bisa mengalami emosi. Mendengar kata kata yang sama dalam suatu bahasa asing, kata kata akan tidak akan berarti. Seseorang tidak akan mampu membuat hubungan mental antara suara-suara dan arti kata–kata. Emosi umumnya seseorang rasakan tidak akan hadir. Hanya pengertian yang bisa memicu emosi.

Contoh berikutnya adalah seseorang yang bersenjata. Jika seseorang masuk dengan membawa senjata orang-orang yang ada mungkin merasa takut. Tetapi jika seseorang tidak tahu apa itu senjata anda tidak akan membuat hubungan dan tidak akan merasa takut. Jadi emosi hanya dipicu ketika mengerti situasi yang ada.

Kita tahu bahwa pengertian memicu emosi. Ini tidak menjelaskan emosi tertentu. Mengapa kita merasa takut ketika seseorang membawa senjata tapi kita merasa bahagia ketika melihat bayi baru berjalan untuk pertama kalinya?. Jawabannya adalah sama seperti mengapa pengertian dibutuhkan untuk memicu emosi. Emosi adalah respon terhadap situasi yang dimengerti. Emosi dipicu oleh keyakinan tertentu. Rasa takut berdasarkan keyakinan, bahwa nyawa seseorang berada dalam bahaya. Kesenangan dialami ketika seseorang percaya bahwa suatu nilai telah dicapai. Setiap emosi adalah respon tertentu pada suatu jernis pembenaran.

Integrasi

Integrasi adalah tindakan mengkombinsaikan informasi atau ide. ini adalah proses dari ide –ide yang tesembunyi dan mengumpulkan dalam suatu kesatuan. Mengambil hal-hal kecil yang kita tahu dan membuat gambaran yang lebih besar. Saya tahu mobil saya kehabisan bensin. Saya tahu bahwa sebuah kendaraan tidak bisa dikendarai tanpa bahan bakar. Sekarang saya bisa menggabungkan informasi ini dan menyadari bahwa saya tidak bisa mengendarai kendaraan saya sampai saya dapat mendapatkan bensin lagi. Sebuah ilmu baru adalah kombinasi dari imu–ilmu sebelumnya.

Integrasi diperlukan untuk berpikir. Tanpa itu kita hanya memiliki pikiran yang tersembunyi yang dihubungkan pada semua pikiran kita yang lain. Pikiran–pikiran ini akan menjadi lebih sederhana digunakan secara efektif. Dunia akan nampak kacau balau dan tidak stabil. Kita tidak akan melihat persamaan diantara kesatuan. Kita akan tertinggal dalam situasi kebingungan dan ketidakberdayaan. Integrasi hanya berguna jika dilakukan dengan benar. Pengertian adalah kriteria untuk mengetahui bagaimana menggabungkan. Integrasi harus logis, bermakna tetap dan tidak bertentangan. Jika seseorang tahu sebuah mobil bisa berwarna merah dan juga bisa berwarna biru, sebuah integrasi yang benar adalah mobil bisa memiliki bisa berwarna-warni. Integrasi yang tidak benar adalah mobil harus berwarna biru dan merah pada saat yang sama. Ini artinya integrasi harus tepat.

Pegetahuan harus diintegarasikan dengan fundamental atau tidak akan berguna. Jika dua manusia membunuh orang akan menjadi tepat untuk mengintegrasikannya sebagai dua pembunuh. Akan menjadi tidak tepat untuk mengintegrasikannya sebagai manusia berwarna biru. Walaupun integrasi berikutnya benar akan kehilangan point-point penting bahwa orang–orang ini berbahaya. Untuk menganggap merka memilki mata biru adalah dengan mengatagorikan mereka dengan gambaran yang tidak penting, Yang memilki efek mengeyampingkan gambaran tersebut. Hanya kebingungan yang akan terjadi.

Tidak semua integerasi perlu atau layak. Beberapa pengetahuan bisa diintegrasikan secara langsung. Sebuah mobil berbentuk dan sebuah pohon berbentuk. Tidak ada integarasi yang berguna dalam dua ide ini. Kasus pemakainya yang tidak tepat adalah usaha untuk mengkombinasikan seorang pengusaha dan pencuri. Keduanya mengambil uang anda dan ini memungkinkan untuk mengintrogasikan mereka dalam suatu katagori bahwa mereka mengambil uang anda. Tapi perbedaan keduanya penting. Seseorang menjual barang dan jasa karena uang anda. Yang lain mengambilnya dengan paksa. Dalam suatu kasus anda menginginkan mereka mengambil uang anda. Suatu usaha untuk mengitegrasikan hal ini ke dalam suatu katagori adalah bersifat merusak karena mengeyampingkan perbedaan. Karena pengertian adalah kriteria untuk menilai suatu tindakan integrasi yang layak, jelaslah bahwa beberapa integrasi tidak dilakukan.

Nilai nilai epistomologi

Nilai adalah dimana seseorang bertindak untuk meraih sesuatu atau menyimpannya. Kesatuan yang hidup bertindak untuk meraih hasil akhir yang berbeda. Mereka memutuskan dengan standar evaluasi yang mana hasil akhir diinginkan. Kombinasi akhir dimana seseorang bergerak maju dan keinginan untuk meraih hasil akhir tesebut adalah nilai.

Nilai adalah pembenaran otomatis tentang hasil akhir tertentu. Sama dengan emosi, nilai berasal dari penggunaan alasan. Nilai berasal dari suatu pembenaran tentang hasil kerja untuk mencapai tujuan. Respon otomatis muncul dalam bentuk menginginkan sesuatu karena berdasarkan pada pembenaran sebelumnya, Nilai kadang kadang bisa menjadi basi atau tidak tepat dan hanya merupakan suatu emosi saja.

Nilai bukan hasrat. Hasrat adalah keinginan emosional atas sesuatu. Hasrat berbeda dengan nilai. Pertama hasrat mungkin tidak bisa dicapai. Seseorang mungkin berhasrat punya sayap dan terbang. Nilai berhubungan dengan tujuan seseorang yang bisa diraih. Hanya ketika tujuan seseorang nyata seseorang bisa menilai sesuatu. Pebedaan lain antra lain dan hasrat adalah isi emosional. Hasrat adalah emosi, suatu hasrat tanpa emosi adalah kontradiksi. Tapi sebaliknya nilai tidak memilki respon emosional. Ini adalah pembenaran otomatis, yang sering menimbulkan hasrat tapi tidak penting. Seseorang mugkin menilai memperoleh gelar universitas adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tetapi tentunya selam amasa kuliah yang membosankan dan lama hasrat emosi tidak bisa diaplikasikan kecuali dihubungkan keinginan untk meninggalkan kuliah.

Nilai penting bagi manusia sebab merupakan motivasi untuk bertindak. Tindakan memerlukan nilai. Karena ada banyak nilai, nilai perlu dibandingkan agar bisa memutuskan tindakan mana yang harus diambil. Pada tingkat emosi yang salah ini adalah mudah. Nilai apapun adalah yang paling diinginkan tetapi karena nilai didasarkan pada penilaian yang sebenarnya tingkat keinginan perlu ditentukan secara rasional. Ini adalah tujuan dari nilai nilai yang etis.

Keyakinan

Keyakinan adalah penerimaan fakta tanpa adanya keraguan. Ini merupakan tingkat kepercayaan yang berhubungan dengan pengetahuan tertentu. Kita yakin ketika sesuatu itu benar, dan tidak ada keraguan. Istilah tingkat keyakinan digunakan untuk memaparkan seberapa dekat kita harus yakin. Walaupun keyakinan adalah di atas batas keyakinan. Ini adalah keadaan dimana tidak ada lagi keraguan yang muncul. Kapan seharusnya seseorang harus yakin? Ketika semua pengetahuan mendukung kesimpulan dan tidak ada yang menyangkalnya. Manusia tidak maha tahu. Manusia bisa membentuk kesimpulan, tetapi ada kemungkinan salah. Walaupun manusia butuh pengetahuan dan membutuhkan dasar untuk menerima pengetahuan sebagai kebenaran. Manusia tidak bisa terus menerus meragukan setiap penggal pengetahuan. Untuk bertahan hidup manusia harus mampu menerima pengetahuan sebagai kebenaran dan bertindak dengan benar.

Istilah keyakinan sering digunakan untuk menguraikan pengetahuan tanpa kemungkinan keraguan. …… Ini adalah penggunaan istilah yang tidak benar. Keyakinan tidak memiliki arti ketika diaplikasikan pada kemahatahuan, karena tidak memiliki kapasitas keraguan. Ini hanya memiliki arti ketika diaplikasikan pada umat manusia. Artinya memungkinkan adanya kesalahan tetapi keraguannya berkurang.

Deduksi

Deduksi adalah proses pembentukan kesimpulan berdasarkan dasar pemikiran. Kesimpulan harus mengacu secara langsung dari dasar pemikiran. Suatu contoh adalah : Rumah putih. Saya memilki rumah. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa kita memiliki sebuah rumah putih. Deduksi berguna dalam mengkombinasikan untuk membentuk pengetahuan baru. Ini adalah sebuah bentuk analisa yang menceritakan bentuk pandangan baru. Deduksi adalah sebuah tindakan penggabungan. Ini menggabungkan dua dasar pemikiran yang berhubungan dan mengidentifikasi dua penggabungan baru. Ide baru harus mematuhi hukum identitas. Alat –alat dimana kesimpulan yang layak terbentuk disebut logika. Logika membutuhkan identifikasi kesimpulan yang tidak bertentangan.

Induksi

Induksi adalah proses pengambilan fakta-fakta tertentu atau contoh-contoh dan mengembangkannya untuk membentuk ide baru. Ini juga disebut abstraksi. Proses ini menghilangkan contoh-contoh detail tertentu dan menggabungkannya berdasarkan pada suatu kriteria atau seperangkat kriteria. Pulpen kuning, pulpen biru dan pulpen merah semuanya bisa digabungkan dengan kriteria sebuah pulpen. Warna–warna dihilangkan karena tidak memilki hubungan. Buku hitam, sofa hitam, dan telepon hitam bisa digabungkan dengan kriteria berwarna hitam. Aspek –aspek setiap objek lain dihilangkan.

Fokus

Pikiran manusia, memiliki keinginan. Membutuhkan pilihan. Pemikiran tidak otomatis. Penggunaan alasan untuk menggabungkan persepsi ke dalam pengetahuan, atau pengetahuan yang lebih abstrak, tidak terjasi dengan sendirinya. Ini adalah proses yang membutuhkan usaha dan manusia harus foukus pada apa yang ia lakukan. Manusia harus bertindak.

Fokus mengaplikasikan persepsi karena manusia dapat memilih untuk mengindahkan panca inderanya. Manusia bisa fokus pada hal lain. Ketika kita melamun kita sering menyampingkan lingkungan sekitar. Ditambah lagi ada tingkat fokus. Kita bisa memandang teman dan mengenalnya, tapi kita bisa fokus lebih pada gambaran tertentu seperti matanya atau rambutnya. Fokus penting sekali dalam ide–ide. Karena seluruh dasar pengetahuan manusia, termasuk daya ingat manusia. Pikiran manusia bisa dengan mudah menerawang dari satu topik ke topik lain seperti seorang penonton tv yang merasa bosan dengan remote control. Fokus diharuskan terpaku pada suatu topik dan berpikir secara mendalam.

Penghindaran

Penghindaran adalah penekanan dengan sengaja terhadap pengetahuan realitas dan tindakan terhadap pengetahuan tersebut. Tindakan yang merusak diri sendiri ini dilakukan terus menerus oleh orang-orang yang menjadi budak akibat pola pemikiran yang salah dan berusaha bertindak berdasarkan perasaan tanpa memandang validitas sumber perasaan tersebut atau kemungkinan konsekuensi yang akan terjadi.

Hanya manusia bisa memilih untuk berpikir. Manusia bisa memilih untuk tidak berpikir atau secara spesifik manusia bisa memilih untuk tidak terfokus. Manusia bisa memilih untuk menghindari topik atau ide tertentu. Rasa bersalah sebagai contoh bisa membuat seseorang ingin menghindari berpikir tentang suatu topik tertentu. Pikirannya bisa berfokus pada hal lain.

Manusia juga bisa memilih untuk tidak berpikir. Daripada berusaha untuk menggabungkan ide, manusia bisa tidak memilih. Dia bisa tetap terfokus pada fakta–fakta dan mencoba untuk tidak memahami.

Konteks

Konteks adalah gagasan bahwa suatu pernyataan atau pemikiran memiliki makna yang berhubungan dengan keadaan dan latar belakangnya. Pernyataan “ Saya terbang ke New York “ akan menjadi tidak bermakna tanpa pengetahuan tentang pesawat. Konteks mengacu pada informasi yang dibutuhkan untuk membuat pernyataan menjadi bermakna. Ini adalah informasi yang mendukung yang diperoleh dari keadaannya.

Di tingkat sekolah anak-anak belajar mencoba mengenal sebuah kata melalui konteks sebuah kalimat. Ini bermanfaat karena kata-kata dalam sebuah kalimat dihubugkan dengan arti dari kalimat. Arti kalimat bisa ditentukan tanpa harus mengerti setiap kata. Dalam hal ini kita bisa membuat penafsiran yang layak pada kata yang dimaksud. Suatu contoh adalah “ Karena manusia ……….., dia dapat mengangkat seluruh peti kayu. “ Jika pada titik kosong itu, sebuah kata yang belum diketahui digunakan, seseorang mungkin mampu menebak bahwa kata yang dimaksud adalah “ Kuat “.

Ide memerlukan syarat-syarat tertentu yang memiliki arti. Syarat-syarat ini adalah konteks. Mengerti konteks memberikan informasi penting tentang arti dan penggunaan sebuah ide.

Fundamental

Tujuan menggunakan pikiran adalah untuk memperoleh pengertian dan kejelasan tentang kenyataan. Beberapa methode lebih efektif daripada yang lain. Istilah Fundamental berdasarkan pada dasar pemikiran bahwa beberapa bagian kecil lebih penting daripada yang lain menurut kemampuannya dalam mengungkapkan pemahamannya. Sebagai contoh perbedaan utama antara manusia dan hewan adalah suatu konsep alami. Walaupun ada perbedaan yang besar dalam bentuk, ukuran dan pengertian, perbedaan ini termasuk perbedaan yang sangat penting. Ini sangat mendasar karena perbedaan ini memiliki dampak terbesar dalam hidup kita. Itulah sebabnya mengapa kita memperlakukan dua kelompok secara berbeda.

Istilah fundamental juga sangat kontekstual. Contoh diatas tentang manusia yang berbeda dengan binatang adalah berdasarkan pada konteks yang etis. Ketika harus memilih bagaimana keadaan seseorang harus bertindak dalam hubungannnya dengan manusia dan binatang, dasar utama yang paling penting adalah perbedaannya. Tetapi jika pembicaraaan menyangkut biologi dan spesifik topiknya adalah daya tahan terhadap penyakit, konsep utama manusia menjadi tidak penting. Lalu perbeadaannya adalah bisa berupa cara kerja sistem kekebalan tubuh.

Membicarakan ide menurut fundamental adalah penting untuk mendapat kejelasan. Kita tidak bisa menggabungkan ide-ide yang tidak sama. Perbedaan yang tidak memiliki dasar akan membentuk konsep yang tidak bisa digunakan. Tanpa berhubungan dengan fundamental, akan sulit atau tidak mungkin meraih kesimpulan yang berguna. Keefektifan pemikiran seseorang tergantung bagaimana berfikir secara jernih.

Pengetahuan yang hirarki

Ide tercipta dengan menggabungkan ide sebelumnya dan input panca indera. Dikarenakan ketergantungan ide ini pada ide sebelumnya atau input panca indera, kita tahu bahwa pengetahun adalah hirarki. Setiap konsep yang lebih tinggi berdasarkan pada tingkat informasi yang lebih rendah. Akar dari semua ini tentunya adalah persepsi. Konsep yang sangat awal berasal dari persepsi, melalui alasan. Konsep berikutnya dapat memakai konsep pertama sebagai bagian dasarnya. Tetapi dasarnya selalu ada.

Pemahaman bagaimana suatu konsep tertentu terikat pada konsep yang lebih rendah atau input panca indera adalah sangat berguna. Ini memberikan suatu konsep pemahaman yang lebih eksplisit. Tanpa pengetahuan tentang hirarki, seseorang akan hanya terpaku pada sebuah pemikiran yang tidak jelas dari suatu istilah. Karena kita belajar beberapa konsep dari orang lain, kita mungkin hanya akan memiliki suatu ide bermakna ganda dari istilah yang dimaksud.

Gagasan ini sungguh bukan suatu konsep. Ini merupakan ? place holder? bagi suatu konsep. Seseorang bisa cukup mengerti tentang suatu konsep delam membedakannya dengan yang konsep lain tetapi tidak menyerap dengan tepat apa yang dimaksud.

Tanpa pemahaman pengetahuan tentang hirarki seseorang, adalah tidak mungkin bisa melihat gambaran suatu konsep. Ini nampak sering terjadi dalam ilmu philosophy. Bagaimana manusia dapat mengklaim bahwa mereka tidak eksis atau nyatanya tidak ada. Karena tidak mungkin mengabaikan dasar suatu ide, tidak mungkin menggunakannya denga cara yang bertentangan dengan dasar pemikiran. Suatu contoh dari kebohongan ini adalah orang-orang yang telah membuktikan bahwa logika tidak ada ketika konsep “ bukti “ berasal dari konsep yang logis.

Arbitrary

Suatu pernyataan arbitrary adalah suatu pernyataan tanpa alasan atau pembenaran. Karena tidak didukung oleh fakta atau alasan. Secara Epistemologi, kita bisa menerima validitas pernyataaan karena berbagai alasan. Lebih banyak bukti pendukung bagi pernyataan tersebut, kita akan lebih mempercayai validitasnya. Walaupun pernyataan ini tidak memiliki bukti pendukung sama sekali.

Seringkali pernyataan ini tidak masuk akal. Sebagai contoh dari pernyataan ini adalah adanya kemungkinaan bahwa semua object yang berwarna biru akan berubah hijau pada masa tertentu. Pernyataan yang tidak masuk akal ini biasanya diperhalus dengan menanyakan apakah ini mungkin terjadi. Dengan cara ini pembicara berusaha mendapatkan legitimasi berdasarkan kenyataan dalam menilai apakah pernyataan diketahui atau bertentangan dengan kenyataan. Legitimasi nampak terlihat palsu. Pernyataan tersebut tidak memiliki bukti pendukung dari kenyataan dan oleh karena itu tidak perlu diperdebatkan supaya tidak musnah. Respon yang tepat bagi setiap pernyataan ini adalah memperlakukan sebagaimana mestinya, sebuah pernyataan dibuat tanpa bukti pendukung dan alasan.

Tidak semua pernyataan semacam ini tidak masuk akal, beberapa orang mungkin menerimanya. Jika seseorang menyatakan bahwa ada kehidupan alien pada suatu planet, itu mungkin tidak masuk akal. Kita bisa menerima bahwa dengan pengetahuan hidup yang kita miliki tentunya ada kehidupan ditempat lain. Hal ini mungkin benar karena dihubungkan dengan pengatahuan kita dan kita memiliki alasan untuk mempercayai keberadaanya di suatu planet. Hal ini berubah-ubah karena seseorang menspesifikasikan suatu planet tanpa alasan dan fakta yang mendukungnya.

Orang-orang kadang-kadang memaksa bahwa anda untuk tidak menyetujui salah satu pernyataan mereka, secara logika ini cacat. Bukti utama adalah pada pernyataan tersebut yang dapat dibenarkan.

Manusia tidak perlu dan tidak harus mencoba menyangkal pernyataan tersebut. Karena tidak mungkin menyangkalnya, mencoba melakukan itu agar bisa menerima apapun pemikiran itu, apapun pernyataan itu. Karena pemikiran adalah tak berdasar, tidak ada alat apapun yang bisa diintegrasikan dengan semua pengetahuan manusia. Selanjutnya jika pengetahuan yang ditemukan bertentangan dengan ide arbitrary, pengetahuan mungkin akan hilang. Respon yang tepat untuk pernyataan arbitrary adalah dengan cara mengabaikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: